Informasi

Artikel

Dipostingkan pada: Rabu, 3 Okt 2018

ARTIKEL

 

SARAPAN PAGI DAPAT MENCEGAH OBESITAS?
Oleh : T.W. Anang S.B

Ada banyak faktor yang menentukan terjadinya obesitas atau kegemukan pada anak. Tahukah Anda bahwa tidak pernah membiasakan anak untuk sarapan ternyata menjadi faktor risiko terjadinya obesitas anak. Kesimpulan tersebut diambil melalui sebuah penelitian di Inggris yang diterbitkan di jurnal Pediatrics pada bulan November 2016


Ternyata sarapan pagi dapat mencegah obesitas pada anak loh. Bagaimana ini bisa terjadi? Seperti dilansir detik, menurut Prof Dr Ir Hardinsyah, MS, Guru Besar Bidang Gizi dari Institut Pertanian Bogor (IPB), bahwa sekitar 36% biasanya anak yang sebelum berangkat ke sekolah tidak sarapan, maka akan makan dua kali lebih banyak ketika makan siang atau malam. Tidak hanya itu, tidak sarapan pagi juga dapat membuat konsentrasi anak terganggu karena lapar akibatnya mudah mengantuk dan tidak bisa fokus dalam pelajaran yang diajarkan guru.

Prof Hardinsyah mengatakan apabila tidak sempat sarapan pagi dirumah, maka orang tua bisa membawakannya bekal seperti buah-buahan misalnya pisang atau jeruk. Selain itu roti sebagai asupan karbohidratnya. Menurut sebuah studi ilmiah terbaru, kebiasaan melewatkan sarapan pagi bisa menjadi pertanda risiko seseorang mengalami obesitas di masa depan. 


Tingkat risiko obesitas tercatat 25 persen lebih tinggi di antara mereka yang melewatkan sarapan, dibandingkan pada mereka yang sering memakannya. Mereka yang makan sarapan secara teratur memiliki kenaikan berat badan rata-rata hanya 3 pon (sekitar 1,3 kilogram) selama masa studi. Dijelaskan oleh peneliti, membiasakan diri sarapan setiap pagi, dapat membantu menjaga kondisi metabolisme tubuh, dan juga sekaligus membakar kalori lebih banyak saat menjalani aktivitas harian.


Lebih dari itu, mereka yang sering melewatkan sarapan berisiko mengalami lonjakan insulin setelah santap siang. Hal ini dikarenakan asupan makanan berlebih guna 'menyudahi' rasa lapar. Selain meningkatkan risiko obesitas, lonjakan insulin juga bisa memicu peradangan kronis, yang kabar buruknya, tidak hanya menyerang penderita diabetes. Kebiasaan sarapan pagi bsecara teratur dapat menekan sekresi insulin yang berlebihan. Hormon insulin memang diperlukan karena berfungsi menghantarkan glukosa plasma darah untuk masuk ke dalam sel. Namun sekresi insulin yang berlebihan dapat berpengaruh buruk, antara lain: 


1). Menghambat aktivitas enzim lipase, yaitu enzim yang membantu proses pemecahan lemak, akibatnya banyak lemak yang ditimbun dalam tubuh.
2). Menurunkan kepekaan reseptor sel terhadaop insulin, akibatnya kadar glukosa plasma darah dapat meningkat di atas ambang batas normal.
Penimbunan lemak di jaringan adiposa dan di sekitar organ-organ dalam (lemak visceral) menyebabkan gemuk maupun kegemukan (obesitas). 
Mungkin sulit untuk rutin melakukan sarapan pagi karena beberapa orang tidak tebiasa makan pagi. Jika anda termasuk yang sulit makan pagi, ada beberapa hal yang bisa anda lakukan untuk mengatasi hal tersebut seperti makan makanan favorit anda dan juga minum susu. Saat sarapan anda boleh makan apa saja yang penting adalah kandungan dari makanan yang anda konsumsi yaitu kaya serat dan juga protein.

Referensi:
http://pediatrics.aappublications.org/content/early/2016/11/09/peds.2016...
http://www.healthcanal.com/child-health/75528-skipping-breakfast-and-not-enough-sleep-can-make-children-overweight.html
http://www.thedietchannel.com/5-Important-Reasons-Your-Child-Should-Eat-Breakfast.htm
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/23395328
http://gizi.fema.ipb.ac.id/ prof-dr-ir-hardinsyahms/